April 5, 2025

Ahmad Sahroni Tekankan Pentingnya Pemberantasan Judi Online

WartaInsight.com- Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan dukungannya terhadap upaya pemberantasan judi online yang semakin marak di Indonesia. Menurut Sahroni, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR yang membidangi penegakan hukum, dirinya akan memantau perkembangan penanganan judi online oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Ini langkah yang bagus, kita tunggu sejauh mana Mabes Polri akan bertindak tegas. Kita lihat perkembangan dalam satu hingga dua minggu ke depan,” ujar Sahroni, usai menghadiri seminar dan talk show bertajuk “Menggali Inspirasi: Filosofi, Inspirasi, dan Strategi Kehidupan Mencapai Kesuksesan” di Kota Kediri, Minggu (17/11/2024).

Sahroni menekankan bahwa praktik judi online memiliki dampak negatif yang serius bagi masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Ia juga mengingatkan bahwa jika tidak segera diberantas, judi online dapat mengancam stabilitas perekonomian negara.

Badan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelumnya memperkirakan bahwa jika perjudian online tidak segera diatasi, transaksi terkait dapat mencapai angka fantastis, yakni Rp 1.000 triliun pada akhir tahun 2024. Sahroni berharap hal tersebut tidak terjadi, dan berharap upaya pemberantasan dapat membuahkan hasil yang signifikan dalam setahun ke depan.

Selain membahas soal judi online, Sahroni juga menyoroti pentingnya netralitas aparatur negara dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Politikus Partai NasDem ini menegaskan bahwa netralitas merupakan salah satu kunci untuk menjaga integritas demokrasi. Ia berharap pemilihan kepala daerah dapat berlangsung dengan adil tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

“Netralitas itu sangat penting, biarkan para calon kepala daerah berlomba secara fair dan tidak ada campur tangan dari pihak tertentu,” tegas Sahroni.

Dalam kesempatan yang sama, Sahroni juga mengingatkan agar semua pihak tidak bertindak berlebihan dalam masyarakat. Ia merujuk pada pertemuannya dengan tersangka kasus perundungan seorang siswa SMA di Surabaya yang belakangan ini ramai diperbincangkan. “Saya datang ke sana untuk melihat situasi dan memahami apa yang terjadi. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak merasa memiliki kekuasaan berlebihan,” ujarnya.

Sahroni menambahkan, kasus tersebut menjadi hikmah untuk semua pihak, bahwa tidak seharusnya seseorang bertindak semena-mena hanya karena merasa memiliki kekuasaan.

Selain Ahmad Sahroni, seminar tersebut juga menghadirkan sociopreneur asal Kediri, Regina Nadya Suwono, sebagai pembicara.

Scroll to Top