April 5, 2025

Ayah Dokter Aulia, Korban Dugaan Perundungan di PPDS Undip, Meninggal Dunia

WartaInsight.com- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi bahwa ayah dari dokter Aulia Risma Lestari meninggal dunia pada Selasa (27/8/2024). Dokter Aulia adalah mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi di Universitas Diponegoro (Undip) yang diduga melakukan bunuh diri akibat perundungan.

“Kondisinya memang berat. Tadi malam sekitar pukul 01.00 WIB, beliau wafat,” ujar Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/8/2024). “Yang meninggal adalah ayahnya,” tambahnya.

Budi mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu, saat ia mengunjungi keluarga dokter Aulia di Tegal, ia melihat kondisi kesehatan ayah Aulia yang semakin memburuk. Budi sempat menyarankan agar ayah dokter Aulia dirujuk ke rumah sakit. Mengingat lokasi di Tegal, RS Kariadi Semarang menjadi pilihan yang paling memungkinkan.

Namun, keluarga dokter Aulia merasa ragu dengan RS Kariadi setelah insiden dugaan perundungan terjadi di rumah sakit tersebut. “Saya tawarkan untuk dirujuk ke RSCM. Setelah itu, ayahnya langsung dibawa ke RSCM dan telah dirawat di sana selama sekitar tiga hari,” jelas Budi.

Budi tidak menjelaskan secara rinci mengenai kondisi kesehatan atau penyakit lain yang mungkin diderita oleh ayah dokter Aulia. Namun, ia menekankan bahwa kondisi kesehatan ayah Aulia memburuk setelah kematian putrinya. “Ia masuk rumah sakit setelah kematian putrinya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menghentikan sementara program studi anestesi Fakultas Kedokteran Undip di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebagai respons atas dugaan bunuh diri dokter Aulia yang diduga disebabkan oleh perundungan. Penghentian sementara ini diumumkan melalui surat dari Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Azhar Jaya, yang ditujukan kepada Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi.

Sementara itu, berdasarkan hasil visum, Polrestabes Semarang menyatakan bahwa Aulia meninggal akibat overdosis obat Roculax, jenis obat anestesi peregang otot yang biasanya digunakan saat operasi. Korban diketahui menyuntikkan obat penenang tersebut ke dalam tubuhnya.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan buku catatan harian Aulia yang mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya selama menempuh pendidikan kedokteran, termasuk perlakuan senior-seniornya. Namun, hingga saat ini, polisi belum menemukan bukti yang menunjukkan adanya perundungan.

Rektor Undip, Suharnomo, menyatakan bahwa pihaknya akan menjatuhkan sanksi terhadap terduga pelaku perundungan di PPDS prodi anestesi FK Undip di RSUP Kariadi. Namun, hasil investigasi internal sejauh ini tidak menemukan adanya perundungan yang menjadi penyebab dugaan bunuh diri tersebut.

Scroll to Top