April 4, 2025

BEM FISIP Unair Diminta Perhatikan Diksi dalam Ranah Akademis

WartaInsight.com- Dekan FISIP Unair telah mencabut SK pembekuan fungsionaris BEM FISIP Unair setelah kontroversi terkait karangan bunga ucapan selamat atas pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Keputusan tersebut diambil setelah audiensi antara dekanat dan tiga pimpinan BEM: Presiden BEM, Wakil Presiden BEM, serta Kementerian Politik dan Kajian Strategis BEM. Dalam pertemuan itu, hadir Dekan FISIP Unair Prof. Bagong Suyanto, Wakil Dekan I Jusuf Irianto, dan beberapa anggota dekanat lainnya.

“Kami telah berbicara secara terbuka. Dekanat resmi mencabut SK pembekuan BEM FISIP Unair hari ini,” ujar Prof. Bagong, sebagaimana dilaporkan pada Senin (28/10/2024).

Bagong menekankan pentingnya penggunaan diksi yang sopan dan sesuai dengan norma akademis. Ia menyatakan keprihatinan agar FISIP tidak mengadopsi bahasa yang tidak pantas dalam konteks akademis.

“Kami sepakat untuk menggunakan istilah yang sesuai dengan kultur akademis. BEM FISIP berhak menyuarakan aspirasinya, tetapi tetap harus menjaga marwah akademik,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden BEM FISIP Unair, Tuffahati Ullayyah, menyampaikan bahwa SK pembekuan telah resmi dicabut. Ia menambahkan bahwa BEM FISIP Unair akan tetap bersikap kritis dengan menggunakan diksi yang sesuai.

“Teman-teman FISIP, hari ini SK Pembekuan BEM FISIP Unair telah dicabut. Kami akan terus berupaya mengkritisi sambil menjaga nilai-nilai akademik. Karangan bunga kemarin merupakan ekspresi dari teman-teman di bidang Politik dan Kajian Strategis,” jelasnya.

Tuffa juga mengucapkan terima kasih kepada BEM se-Unair, Hima, BSO, BEM FISIP Surabaya, dan BEM FISIP se-Indonesia atas dukungan mereka agar BEM FISIP Unair tetap tegas dan kritis ke depannya.

Scroll to Top